GEDE PUTRA ADNYANA: BARBAGI UNTUK SALING MENGERTI DAN MEMAHAMI DEMI KEMULIAAN SEMUA MAKHLUK

RPP-1: Struktur Atom

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – 1)
                          Sekolah                   :   SMA Negeri 1 Banjar
                          Mata Pelajaran        :   Kimia
                          Kelas/Semester      :   XI / 1 (Gasal)
                          Pertemuan Ke-        :   1 – 4
                          Alokasi Waktu        :   8 x 45 Menit
  Standar Kompetensi                  : 
1.  Memahami struktur atom untuk meramalkan  sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul, dan sifat sifat senyawa
   Kompetensi Dasar                    : 
1.1 Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik
Indikator        :                    
Pertemuan ke-1
1)    Membedakan teori atom Bohr dan mekanika kuantum.
Pertemuan ke-2
2)   Menentukan ke-4 bilangan  kuantum  suatu elektron
3)   Menggambarkan  bentuk-bentuk orbital.
Pertemuan ke-3
4)   Menentukan konfigurasi electron suatu atom netral
5)   Menuliskan diagram orbital atom suatu unsure
Pertemuan ke-4
6)   Menentukan letak suatu unsure berdasarkan konfigurasi elektronnya
                                                           
I. Tujuan Pembelajaran:
Pertemuan ke-1
1)    Menjelaskan postulat yang mendasari teori atom Bohr
2)   Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan teori atom Bohr
3)   Menjelaskan teori-teori yang mendasari teori atom Mekanika Kuantum
Pertemuan ke-2
4)   Mendeskripsikan keempat bilangan kuantum yang mendukung teori Atom Mekanika Kuantum
5)   Menentukan keempat bilangan kauntum electron suatu atom
6)   Menjelaskan gambar berbagai bentuk orbital
Pertemuan ke-3
7)   Menjelaskan prinsip-prinsip dalam menyusun konfigurasi electron
8)   Menentukan konfigurasi suatu atom netral atau ion
Pertemuan ke-4
9)   Menjelaskan hubungan antara konfigurasi electron dengan golongan dan periode suatu unsure
10) Menentukan letak suatu unsure dalam system periodic berdasarkan konfigurasi electron unsure tersebut
II.      Materi Pembelajaran:
a)   Teori Atom Bohr
Teori Atom Bohr didukung oleh 2 postulat, yang berkaitan dengan lintasan stasioiner dan lintasan tereksitasi. Namun, Bohr tidak dapat menjelaskan adanya garis-garis halus dalam setiap spectrum atom.
b)  Teori Atom Mekanika Kuantum
Berkembangnya sifat dualism electron dari De Broglie, yaitu sebagai partikel dan gelombang, menghadirkan prinsip ketidakpastian Heisenberg. Kedua teori ini mendukung lahirnya Teori Mekanika Kuantum.
c)   Bilangan Kuantum
Menurut teori Atom Mekanika Kuantum, kedudukan electron dalam atom ditentukan oleh empat bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama, azimut, magnetic, dan spin. Bilangan kuantum utama menyatakan orbit/lintasan/kulit atom, azimuth menyatakan subkulit, magentik menyatakan jumlah orbital, sedangkan spin menyatakan rotasi electron.
d)   Konfigurasi Elektron
Kedudukan electron dalam atom disebut dengan konfigurasi electron yang disusun sesuai dengan tiga prinsip, yaitu Prinsip Aufbau, Aturan Hund, dan Prinsip Ekslusi Pauli. Berdasarkan konfigurasi electron suatu atom dapat ditentukan letaknya dalam system periodic, di mana bilangan kuantum utama terbesar menyatakan periode sedangkan electron valensi berhubungan dengan golongan unsure tersebut.
III.    Metode Pembelajaran:
a)    Kajian Pustaka; mengkaji perbedaan teori atom Bohr dan Mekanika Kuantum
b)   Diskusi; mendiskusikan untuk menentukan bilangan kuantum suatu electron dalam atom
c)    Tanya jawab; Tanya jawab tentang konfigurasi electron dan orbital tidak penuh, ½ penuh, dan penuh
d)   Presentasi; mempresentasikan hasil diskusi kelompok
IV. Kegiatan Pembelajaran:
TM
Langkah-Langkah Pembelajaran
Waktu
1
Kegiatan Awal:
Ø Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran, metode dan sumber belajar;
Ø Memotivasi siswa untuk belajar dengan mengaitkan konten (atom) dengan konteks (lingkungan, seperti: udara, tinta pulpen, pupuk, dll.);
Ø Membentuk kelompok secara acak dengan menggunakan HBS kelas X;
15 Menit


Kegiatan Inti (Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi):
Ø Menayangkan dua gambar model atom, kemudian membimbing siswa mendiskusikannya dengan kelompok untuk menemukan informasi sebanyak-banyaknya berkaitan dengan kedua gambar dimaksud;
Ø Berdasarkan undian, salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lain diarahkan untuk membuat pertanyaan;
Ø Salah satu kelompok menyampaikan simpulan hasil diskusi dan Tanya jawab, sedangkan pendidik mengarahkan, meluruskan, dan menyempurnakan konsep-konsep yang ditemukan siswa;
60 Menit

Kegiatan Akhir:
Ø Membahas permasalahan yang diajukan siswa atau guru untuk pendalaman konsep serta menyimpulkan konsep yang berkaitan dengan teori atom Bohr, Mekanika Kuantum, dan Bilangan Kuantum.
Ø Mendistribusikan tugas terstruktur individual (PR) tentang menjelaskan perkembangan teori atom dan perbedaan model atom Bohr dan Mekanika Kuantum untuk memperkuat pemahman terhadap konsep yang telah dikaji (dikumpulkan pada pertemuan berikutnya)
15 Menit
2
Kegiatan Awal:
Ø Mengumpulkan tugas terstruktur individual dan sekaligus menggali permasalahan yang belum dipahami dengan baik;
Ø Memberikan kesempatan siswa menjelaskan kembali permasalahan yang dianggap belum dikuasai melalui kegiatan tutor sebaya dan pendidik menjadi mediator, fasilitator, dan moderator;
Ø Memotivasi siswa untuk belajar dengan mengajukan beberapa permasalahan terkait cara menentukan kedudukan electron dalam atom;
15 Menit


Kegiatan Inti (Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi):
Ø Pendidik mendistribusikan tabel yang berisikan hubungan antara kulit dan subkulit dengan bilangan kuantum kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan;
Ø Masing-masing siswa dalam kelompok diarahkan dan dibimbing untuk menemukan 4 bilangan kuantum;
Ø Pendidik mendistribusikan permasalahan tentang penentuan keempat bilangan kuantum suatu electron dalam atom;
Ø Salah satu kelompok sesuai dengan undian mempresentasikan hasil diskusi dan jawaban terhadap permasalahan yang diberikan, sementara kelompok lain sebagai korektor;
Ø Salah satu kelompok menyimpulkan hasil presentasi dan diskusi Tanya jawab, pedidik berperan untuk menyempurnakan simpulan tersebut
60 Menit

Kegiatan Akhir:
Ø Membahas permasalahan yang diajukan siswa atau guru untuk pendalaman konsep serta menyimpulkan konsep yang berkaitan dengan Bilangan Kuantum.
Ø Mendistribusikan tes tulis dalam bentuk uraian untuk menguji kompetensi yang telah dikuasai siswa
25 Menit
3
Kegiatan Awal
Ø Mendistribusikan hasil tes, seklaigus menggali dan meminta konfirmasi tentang hasil dan konsep yang perlu diperjelas melalui Tanya jawab;
Ø Siswa yang hasilnya bagus diberikan kesempatan untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diajukan siswa;
Ø Memberikan motivasi untuk belajar lebih cerdas dan sungguh-sungguh berkaitan dengan hubungan antara bilangan kuantum dan konfigurasi electron sebagai dasar penentuan letak unsure dalam SPU
15 Menit

Kegiatan Inti (Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi):
Ø Mendistribusikan bahan ajar tentang konfigurasi electron, mengarahkan dan membimbing siswa untuk mengkaji dan mendiskusikan dengan kelompoknya, serta menyelesaikan permasalahan yang diberikan;
Ø Mempresentasikan hasil diskusi berkaitan dengan prinsip Aufbau, Aturan Hund, dan Prinsip Ekslusi Pauli, serta menjelaskan salah satu jawaban kolompok tentang penyusunan konfigurasi electron;
Ø Memberikan tanggapan terhadap presentasi dan hasil jawaban kelompok melalui kegiatan Tanya jawab untuk memperkuat pemahaman siswa tentang konfigurasi elektron;
60 Menit

Kegiatan Akhir:
Ø Memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap konsep-konsep yang telah dikaji dan didiskusikan melalui kegiatan Tanya jawab.
Ø Mendistribusikan tugas terstruktur individual tentang konfigurasi electron dan penentuan bilangan kuantum electron suatu atom
Ø Menyampaikan pengkajian materi berikutnya, yaitu tentang hubungan antara konfigurasi electron dengan letak unsure dalam SPU
15 Menit
4
Kegiatan Awal
Ø Mengumpulkan tugas terstruktur individual (PR), selanjutnya menggali informasi bagian yang perlu didiskusikan lebih lanjut;
Ø Memberikan kesmpatan kepada siswa untuk menjelaskan permasalahan yang muncul dengan bimbingan minimal dari pendidik
15 Menit

Kegiatan Inti (Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi):
Ø Menayangkan tabel tentang hubungan konfigurasi electron dengan letak unsure kemudian siswa mendiskusikan dengan kelompoknya yang dilanjutkan kegiatan Tanya jawab antara siswa dengan siswa dan pendidik;
Ø Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan menyimpukan cara menentukan letak suatu unsure dalam SPU berdasarkan konfigurasi electron, pendidik menjadi mediator dan fasilitator
Ø Siswa dalam kelompok lain memberikan tanggapan terhadap presentasi salah satu kelompok melalui kegiatan Tanya jawab, pendidik berperan sebagai mediator, fasilitator dan motivator
40 Menit

Kegiatan Akhir:
Ø Memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap konsep-konsep yang telah dikaji dan didiskusikan melalui kegiatan Tanya jawab.
Ø Mendistribusikan permasalahan berkaitan dengan Model Atom Bohr dan Mekanika Kuantum, bilangan kuantum, konfigurasi electron, dan letak unsure dalam SPU sebagai bentuk uji kompetensi siswa;
Ø Memberikan informasi tentang materi yang dikaji pada pertemuan berikutnya, yaitu tentang gaya antarmolekul dan bentuk molekul
35 Menit

V.   Sumber Belajar
Ari, H. 2009. Kimia 2: untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusbuk depdiknas
Gambar diagram orbital, model Atom, Gambar Orbital s, p, dan d
Laptop dan LCD
Lembar Kerja Siswa
Sastrohamidjojo, Hardjono. 2001. Kimia Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Susilowati, Endang. 2007. Sains Kimia: Prinsip dan Terapannya 2A. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Tabel Sistem Periodik Unsur
VI. Penilaian
1)  Tabel pengamatan aktivitas siswa dalam belajar/diskusi (setiap pembelajaran):
No
Nama Siswa
NIS
Indikator Aktivitas Belajar Siswa
1
2
3
4
5
6
7
8
Skor
1











dst











Adapun indicator aktivitas belajar siswa, yaitu 1) Interaksi siswa selama KBM, 2) Keberanian siswa dalam bertanya/mengemukakan pendapat, 3) Partisipasi siswa dalam mengerjakan tugas madiri/kelompok, berdiskusi, dan membuat laporan, 4) Motivasi, ketekunan, dan antusiasme dalam mengikuti KBM, 5) Kehadiran siswa dalam KBM, 6) Hubungan antar siswa dilihat dari keakraban dan kerjasama, 7) Hubungan siswa dengan guru, dan 8) Efektivitas pemanfaatan waktu
Sedangkan rubrik penilaiannya adalah: nilai 5 jika aktivitas siswa belajar sangat baik, nilai 4 jika baik, nilai 3 jika cukup, nilai 2 jika kurang, dan nilai 1 jika aktivitas belajarnya sangat kurang.
2)  Penilaian Tabel pengamatan Presentasi kelompok (setiap presentasi):
No
Indikator Penilaian
Kelompok
1
2
3
4
Dst
1
Penyajian / Pemaparan





2
Penguasaan Materi





3
Kecermatan menyimak pertanyaan





4
Keterbukaan dalam menerima kritik





5
Kemampuan berargumentasi






Total Skor





Rubrik penilaiannya adalah: nilai 5 (sangat baik), nilai 4 (baik), nilai 3 (cukup), nilai 2 (kurang), dan nilai 1 (sangat kurang).
3)  Tugas Terstruktur Individual (Pekerjaan Rumah setelah pembelajaran ke-1)
No
Soal
Jawaban
Skor
1.
Buatlah rangkuman tentang perkembangan model atom, mulai dari Model Atom Dalton sampai dengan Model Atom Atom Mekanika Kuantum (disertai gambar dan penjelasan)
a)  Model Atom Dalton
b) Model Atom Thomson
c)  Model Atom Rutherford
d)  Model Atom Summerfield
e)  Model Atom Bohr
f)  Model Atom Mekanika Kuantum
2
2
2
2
3
3
2.
Lengkapi tabel berikut untuk membedakan Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum:
No
Teori Atom Bohr
Teori Atom Mekanika Kuantum
1.


2.


3.


Alternatif Jawaban:
No
Teori Atom Bohr
Teori Atom Mekanika Kuantum
1.
Lintasan jelas
Lintasan kabur
2.
Electron dalam  kulit
Electron dalam orbital
3.
Tidak ada subkulit
Ada subkulit








6
SKOR TOTAL
20
4)  Tes Tulis (setelah pembelajaran ke-2)
No
Soal
Jawaban
Skor
1.
Jelaskan perbedaan antara Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum ditinjau dari:
a)  Sifat electron
b) Kedudukan electron dalam atom
a)  Ditinjau dari sifat electron: maka menurut teori atom Bohr,  electron sebagai partikel, sedangkan menurut mekanika kuantum electron bersifat sebagai partikel dan gelombang
b) Menurut teori atom Bohr, electron berada pada lintasan tertentu, sedangkan mekanika kuantum electron menempati suatu orbital
4

Jika suatu atom memiliki 6 elektron tentukan jumlah kulit dan subkulitnya!
6X: 2 4, maka harga n = 1 dan n = 2, sehingga:
Untuk n = 1, maka l = 0, (1s), sedangkan untuk n = 2, maka l = 0, (2s) dan l = 1 (2p)
Dengan demikian memiliki 3 subkkulit, yaitu: 1s, 2s, dan 2p
4

Tentukan bilangan kuantum yang menempati subkulit 3d!
Subkulit 3d , maka n = 3 dan l = 2
2

Tentukan jumlah orbital dalam subkulir 4f!
Subkulit 4f, maka n = 4, l = 3, sehingga m = -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3 (7 orbital)
3
SKOR TOTAL
13
5)  Tugas terstruktur individual di rumah (setelah pembelajaran ke-3)
No
Soal
Jawaban
Skor
1.
Buatlah rangkuman tentang prinsip-prinsip penyusunan konfigurasi electron
Ada 3 prinsip, yaitu: 1) Prinsip Aufbau, 2) Aturan Hund, dan 3) Prinsip Ekslusi Pauli
6
2.
Tentukan konfigurasi electron dari:
a)  X (nomor atom 19)
b) Y3- (nomor atom 15)
a)  19X (19 e) : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
b) 15Y3- (18 e): 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
2
2
3
Tentukan keempat bilangan kuantum electron terluar dari:
a)  A (nomor atom 20)
b) B3+ (nomor atom 13)
a)  20A (20 e) : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s
Electron terluar: 4s2, sehingga harga:       n = 4, l = 0, m = 0, s = - ½
b) 13B3+ (10 e) : 1s2 2s2 2p6
Electron terluar: 2s6, sehingga harga:        n = 2, l = 1, m = +1, s = - ½


3


3
SKOR TOTAL
16


6)  Uji Kompetensi (setelah pertemuan ke-4)
No
Soal
Jawaban
Skor
1.
Lengkapi tabel berikut untuk menentukan perbedaan Model Atom Bohr dan Mekanika Kuantum:
No
Teori Atom Bohr
Teori Mekanika Kuantum
1


2


3


4


No
Teori Atom Bohr
Teori Atom Mekanika Kuantum
1
Lintasan jelas
Lintasan kabur
2
Electron dalam  kulit
Electron dalam orbital
3
Tidak ada subkulit
Ada subkulit
4
Electron sebagai partikel
Electron sebagai partikel dan gelombang
4
2
Suatu atom X memiliki 17 proton dan 18 neutron.
a)   Tentukan konfigurasi electron atom X!
b)  Tentukan konfigurasi electron ion X-!
c)   Diagram orbital atom X!
d)   Ke-4 bilangan kuantum electron terluar atom X!
e)   Letak unsure X dalam system periodik
a)  17X (17 e) : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
b) 17X- (18 e) : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
c)  11  11  111111  11  11111
d)  Electron terluar pada 3p5
11
11
1
N=3, l=1, m=0, s=- ½
e)  1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 , maka       n terluar = 3 (periode: 3)
e valensi = 7 (golongan VIIA)
2
2
2


5


3
SKOR TOTAL
18


Mengetahui:                                          Banyuatis,  Oktober 2009
Kepala SMA                                          Guru Mata Pelajaran Kimia,



                                                            Gede Putra Adnyana, S.Pd.
                                                            NIP. 19681201 199103 1 005

Tidak ada komentar: