GEDE PUTRA ADNYANA: BARBAGI UNTUK SALING MENGERTI DAN MEMAHAMI DEMI KEMULIAAN SEMUA MAKHLUK

RPP-1: Sifat Koligatif Larutan (XII/1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP – 1)
Guru Mata Pelajaran: Gede Putra Adnyana 


Sekolah
:
SMA Negeri 1 Banjar

Mata Pelajaran
:
Kimia

Kelas/Semester
:
XII / 1 (Gasal)

Pertemuan Ke-
:
1 – 4

Alokasi Waktu
:
10 x 45 Menit

Standar Kompetensi
:
1. Menjelaskan sifat- sifat koligatif larutan non-elektrolit dan elektrolit

Kompetensi Dasar
:
1.1 Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan


Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar:
Pertemuan ke-1 (3 jp)
1)   Menjelaskan pengaruh jumlah zat terlarut terhadap penurunan tekanan uap larutan (1 jp)
2)   Menghitung besarnya penurunan tekanan uap larutan berdasarkan jumlah zat terlarut dalam suatu larutan (2 jp)
Pertemuan ke-2 (2 jp)
3)   Menjelaskan pengaruh jumlah zat terlarut terhadap kenaikan titik didih larutan (1 jp)
4)   Menghitung titik didih suatu larutan yang diketahui konsentrasinya (1 jp)
Pertemuan ke-3 (3 jp)
5)   Menjelaskan pengaruh jumlah zat terlarut terhadap penurunan titik beku larutan (1 jp)
6)   Menghitung massa atom relatif zat yang terlarut berdasarkan harga penurunan titik beku suatu larutan (1 jp)
7)   Menjelaskan pengaruh jumlah zat terlarut terhadap penurunan titik beku larutan (1 jp)
Pertemuan ke-4 (2 jp)
8)   Menghitung tekanan osmosis suatu larutan berdasarkan jumlah zat yang terlarut dalam suatu larutan (2 jp)
I.     Tujuan Pembelajaran:
1)      Siswa mampu menjelaskan dan menghitung permasalahan kimia yang berkaitan dengan penurunan tekanan uap larutan, penurunan titik didih, kenaikan titik didih, dan tekanan osmosis larutan;
2)      Siswa mampu melakukan percobaan berkaitan dengan kenaiakan titik didih dan penurunan titik beku untuk menghubungkan konsep teoritis dengan bukti empiris
II.  Materi Pembelajaran:
Penurunan Tekanan Uap Larutan (1 Jp)
Tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni, karena adanya zat terlarut menyebabkan peluang pelarut untuk menguap berkurang. Hal ini meyebabkan terjadinya penurunan tekanan uap larutan
Menghitung Penurunan Tekanan Uap Larutan (2 Jp)
Hubungan penurunan tekanan uap larutan dengan jumlah partikel dinyatakan dengan hokum Raoult, yaitu:
∆P = Xt . Po (di mana: ∆P = penurunan tekanan uap larutan, Xt = frkasi mol zat terlarut, dan Po = tekanan uap pelarut murni).
Hubungan ini juga dapat dinyatakan dengan:
P = Xp . Po (di mana: P = tekanan uap larutan, Xp = frkasi mol pelarutt, dan    Po = tekanan uap pelarut murni).
Kenaikan Titik Didih Larutan (1 Jp)
Titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni, karena ada zat terlarut yang menghalangi pelarut menjadi fase gas. Kondisi ini juga dapat dijelaskan dengan diagram P-T:
Hubungan Titik Didih Dengan  Konsentrasinya (1 Jp)
Hubungan kenaikan titik didih larutan dengan konsentrasi dinyatakan sebagai berikut:
∆Tb = Kb . m (di mana: ∆Tb = kenaikan titik didih larutan, m = molalitas zat terlarut).
Penurunan titik beku larutan (1 jp)
Akibat adanya zat terlarut menyebabkan partikel-partikel pelarut terhambat untuk membeku, sehingga terjadi penurunan titik beku larutan. Hubungan ini juga dapat dijelaskan dengan diagram P-T.
Hubungan Titik Beku Dengan  Konsentrasinya (1 Jp)
Formula hubungan titik beku dengan konsentrasi, dinyatakan:
∆Tf = Kf . m (di mana: ∆Tf = penurunan titik beku larutan, m = molalitas zat terlarut). Dari molalitas dapat ditentukan massa zat terlarut dan Massa molekul relative (Mr) zat.
Tekanan Osmosis Suatu Larutan (2 Jp)
Aliran pelarut yang melewati selaput semipermiabel menimbulkan tekanan yang disebut tekanan osmosis. Hubungan tekanan osmosis dengan konsentrasi larutan dinyatakan dengan:
p = M.R.T (di mana: p = tekanan osmosis (atm), M = kemolaran (mol/L), R = tetapan gas ideal (mol.atm/L.K), dan T = suhu mutlak (K))
III.   Metode Pembelajaran:
a)      Kajian Pustaka; mengkaji fenomena tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis;
b)      Diskusi; mendiskusikan grafik P-T serta hubungannya dengan titik didih dan titik beku, serta mendiskusikan penyelesaian permasalahan tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis;
c)      Tanya jawab; Tanya jawab baik lisan maupu tertulis, antarsiswa atau siswa dengan guru berkaitan dengan konsep-konsep penting tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis;
d)     Presentasi; mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan laporan tugas kelompok berkaitan dengan percobaan titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis
IV.   Kegiatan Pembelajaran: