GEDE PUTRA ADNYANA: BARBAGI UNTUK SALING MENGERTI DAN MEMAHAMI DEMI KEMULIAAN SEMUA MAKHLUK

LKP KIMIA (XI-IPA, 2010/2011)


LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN (LKP)
MATA PELAJARAN KIMIA KELAS XI PROGRAM IPA
PADA SMA NEGERI 1 BANJAR TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Oleh:
Gede Putra Adnyana

I.     PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih lanjut disebutkan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan dukungan dari berbagai stakeholder pendidikan, seperti pemeritnah, masyarakat, dan guru.
Selanjutnya, dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, disebutkan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam melaksanakan tugasnya maka Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban: a) merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; b) meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; c) bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran; d) menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; dan e) memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian menyusun dan menyempurnakan secara terus menurus program kegiatan pembelajaran oleh guru adalah keniscayaan. Program ini selanjutnya akan menjadi acuan dan barometer keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, menyebutkan bahwa standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. Standar kompetensi guru ini selanjutnya dijabarkan menjadi kompetensi inti guru dan kompetensi mata pelajaran.
Terdapat 10 kompetensi inti guru yang termasuk kompetensi pedagogoik, yaitu 1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual; 2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik; 3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu; 4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik; 5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran; 6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki;  7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik; 8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar; 9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran; dan 10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Kompetensi keberibadian guru diajabrkan menjadi 5 kompetensi inti guru, yaitu 1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia; 2) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat; 3) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa; 4) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri; dan 5) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
Kompetensi soial guru dikembangkan menjadi 4 kompetensi inti guru, yaitu 1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi; 2) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat; 3) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya; dan 4) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Sedangkan kompetensi professional guru, selanjutnya dijabarkan menjadi 5 kompetensi inti guru, yaitu 1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu; 2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu; 3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif; 4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif; dan 5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.
Berkaitan dengan hal tersebut maka disusun rencana kegiatan pembelajaran (RKP) sebagai langkah awal untuk mewujudnyatakan ke-4 kompetensi guru dan ke-24 kompetensi inti guru tersebut. Muara dari semua itu adalah agar mampu memberikan pelayanan yang paripurna kepada siswa sehingg mampu menghasilkan siswa yang cerdas, berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
Bentuk pertanggungjawaban terhadap RKP yang telah dilaksanakan adalah laporan kegiatan pembelajaran (LKP). Pada prinsipnya, LKP menyangkut 7 tugas utama guru sesuai dengan Permen PAN dan RB nomor 16 Tahun 2009. Ketujuh tugas dimaksud adalah, 1) merencanakan pembelajaran, 2) menyajikan rencana pembelajaran, 3) melakukan evaluasi atau penilaian, 4) membuat analisis hasil evaluasi, 5) menyusun dan melaksankan remedial dan evaluasi, 6) membimbing siswa baik dalam bidang akademis maupun nonakademis, dan 7) melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Ketujuh tugas guru itulah yang selanjutnya dijadikan paramaeter dalam menyusun angka kredit untuk kenaikan pangkat/golongan, serta mengukur kinerja guru. Oleh karena itu LKP mengacu kepada ketujuh tugas profesi guru tersebut.
1.2    Tujuan
Tujuan dari penyusunan laporan kegiatan pembelajaran (LKP) pada mata pelajaran kimia kelas XI program IPA semester ke-2 (Genap) tahun pelajaran 2009/2010, yaitu:
a)    Mengetahui tingkat keterlaksanaan rencana kegiatan pembelajaran (RKP) ditinjau dari tujuh tugas profesi guru;
b)   Mengetahui kendala-kendala yang ditemukan dalam melaksanakan RKP ditinjau dari tujuh profesi guru;
c)    Melakukan refleksi terhadap kendala pelaksanaan RKP sekaligus menemukan solusi atas permasalahan  tersebut;
d)   Meningkatkan kinerja guru pada pembelajaran berikutnya sehingga meningkatkan kualitas pencapaian tugas profesi guru;
e)    Meningkatkan pelayanan pendidikan dengan menghadirkan RKP yang tepat guna dan tepat sasaran.
1.3    Manfaat
Adapun manfaat penyusunan laporan kegiatan pembelajaran (LKP) pada mata pelajaran kimia kelas XI program IPA semester ke-2 (Genap) tahun pelajaran 2009/2010, yaitu:
a)    Sebagai bahan refleksi guru dalam menyusun RKP sehingga dapat menyempurnakan kekurangan yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada siswa;
b)   Memberikan informasi kepada kepala sekolah dan/atau sekolah tentang kinerja guru SMAN 1 Banjar, sehingga dapat disusun suatu rencana yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah;
c)    Masukan kepada pengambil kebijakan tentang kinerja guru di masing-masing sekolah, sehingga dapat diambil langkah tepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan
II.      LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARN (LKP)
Laporan kegiatan pembelajaran (LKP) mata pelajaran kimia, disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan rencana kegiatan pembelajaran (RKP). Pembelajaran dilaksanakan pada kelas XI IPA SMAN 1 Banjar tahun pelajaran 2009/2010. Laporan ini, mengacu kepada tujuh tugas guru yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu LKP disusun dalam bentuk tabel, seperti disajikan pada tabel berikut:



LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN (LKP)
MATA PELAJARAN KIMIA KELAS XI PROGRAM IPA
PADA SMA NEGERI 1 BANJAR TAHUN PELAJARAN 2009/2010
No
Tugas Guru
Rincian Tugas
Hasil
Kendala dan Upaya Perbaikan
1
Merencanakan Pembelajaran
1)   Menganalisis Kalender Sekolah dan menyusun rincian KBM efektif
-  Kalender Sekolah
-  Jadwal Pelajaran
-  Perhitungan jam efektif
-  Jadwal pelajaran tersusun relative lambat
-  Menggunakan minggu yang paling minimum


2)   Menganalisis tujuan mata pelajaran (TMP)
-  Analisis TMP Kimia (A-TMP-KIMIA)
-   


3)   Menganalisis standar kompetensi lulusan (SKL)
-  Analisis SKL (A-SKL-KIMIA)
-   


4)   Menganalisis standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
-  Analisis SK/KD (A-SK/KD-KIMIA)
-   


5)   Menganalsis kriteria ketuntasan minimal (KKM)
-  Analisis KKM (A-KKM-KIMIA)
-  Intake yang kurang sesuai dengan fakta
-  Menggunakan sistema rentang 1 - 3


6)   Menyusun Program tahunan dan program semester
-  Prota Kimia
-  Prosem Kimia
-   


7)   Menyusun Silabus
-  Silabus Kimia
-  Distribusi jam efektif tidak sesuai dengan hari efektif
-  Menambahkan kolom baru tentang alokasi waktu


8)   Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
-  RPP-KIMIA
-  Belum semua RPP dilengkapi dengan LKS-2E
-  Terus dilengkapi secara bertahap


9)   Prgram Remedial dan Pengayaan
-  Prgram Remedial dan Pengayaan
-   
2
Menyajikan Pembelajaran
1)   Pembelajaran pada Semester ke-1 terdiri dari 3 SK dan 10 KD
-  Menyajikan 10 RPP (1 RPP untuk 1 KD)
-  Kekurangan waktu sesuai RPP
-  Mencari materi yang esensial untuk tatap muka


2)   Pembelajaran pada Semester ke-1 terdiri dari 2 SK dan 8 KD
-  Menyajikan 8 RPP (1 RPP untuk 1 KD)
-  Kekurangan waktu sesuai RPP
-  Mencari materi yang esensial untuk tatap muka
3
Melakukan Evaluasi (Penilaian Hasil Belajar)
1)   Menyusun pedoman penilaian kognitif, sikap, dan praktik
-  Pedoman penilaian kognitif, sikap, praktif KIMIA
-   


2)   Menyusun instrument ulangan harian
-  Melekat pada setiap RPP
-  Semeter ke-1 sebanyak 10 UH
-  Semester ke-2 sebanyak 8 UH
-  Mengambil waktu tatap muka
-  Waktu UH lebih pendek 20 – 30 menit


3)   Menyusun istrumen ulangan tengah semester
-  Tes esai

-   


4)   Menyusun istrumen ulangan akhir semester
-  Tes pilihan ganda
-   


5)   Menyusun instrument ulangan kenaikan kelas
-  Tes pilihan ganda
-   
4
Melakukan analisis hasil belajar siswa
1)   Menyusun program analisis hasil belajar siswa (A-HBS)
-  Program A-HBS kognitif, sikap, dan praktik
-   


2)   Melaksanakan analisis HBS
-  Dokumen analisis HBS
-   


3)   Menginformasikan hasil A-HBS
-  Pengumuman hasil A-HBS
-   
5
Menyusun dan Melaksanakan Kegiatan Remedial dan Pengayaan
1)   Menyusun program Remidial dan Pengayaan (R&P)
-  Program (R&P)
-   


2)   Melaksanakan kegiatan R&P
-  Jurnal R&P
-   


3)   Menysusun Laporan R&P
-  Laporan R&P
-   
6
Membimbing Siswa
1)   Menyusun program bimbingan siswa bidang nonakademis
-  Program Keterampilan Komputer
-   


2)   Menyusun program bimbingan siswa bidang akademis
-  Program Kelompok penggemar mata pelajaran (KPMP-Kimia)
-   



-  Program kelompok penggemar karya tulis (KPKT)
-   
7
Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan
1)   Melakukan Pengembangan Diri
-   
-   


-  Penyaji di MGMP Tabanan
-  Makalah: Menembus Tembok IV/b
-   


-  Penyaji IHT PTK di SMAN 1 Banjar
-  Makalah: Teknik Menyusun PTK
-   


-  Penyaji makalah pertemuan  IKA-KIM di SMAN 1 Tabanan
-  Makalah: Penerapan model SB-HD pada pembelajaran Kimia
-   


-  Diklat penyuntingan Artikel
-  Surat Keputusan Disdik Kabupaten Buleleng
-   


-  Pelatihan Pembina OSN Kimia
-  Sertifikat
-   


-  Menulis PTK pada semester ke-1
-  PTK: Penerapan Model Problem Solving pada Pembelajaran Kimia
-   


-  Menulis PTK pada semester ke-2
-  Penerapan Model SB-HD berbantuan LKS-2E pada pembelajaran Kimia
-   


2)   Melakukan Publikasi Ilmiah

-   


-  Pada Jurnal Kerta Mandala Disdik Kab. Buleleng
Judul pada Jurnal: Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah
-   


-  Pada Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha
Judul pada Jurnal: Penerapan Model Problem Solving pada pembelajaran Kimia
-   


-  Pada Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha
Judul pada Jurnal: Penerapan Model SB-HD berbantuan LKS-2E pada pembelajaran Kimia
-   


-  Menulis di Tabloid Pendidikan Indonesia (TPI)
Judul pada TPI: Sekolah ujung tombak BGP
-   


-  Menulis di Tabloid Pendidikan Indonesia (TPI)
Judul pada TPI: Permen PAN-RB No. 16/2009: Tantangan dan Peluang
-   

III.   PENUTUP
3.1    Simpulan
Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembelajaran, maka dapat disimpulkan:
1)   Ketujuh tugas profesi guru, yaitu merencanakan pembelajaran, menyajikan rencana pembelajaran, melakukan evaluasi, menganalisis hasil evaluasi, melakukan remedial dan pengayaan, membimbing siswa, dan pengembangan keprofesian berkelanjutan, secara umum telah dapat diselenggarakan sesuai dengan ketenuan yang berlaku;
2)   Tugas profesi guru yang berjalan dengan kategori baik, karena produknya melebihi 75% dari ideal diantaranya merencanakan pembelajaran, menyajikan rencana pembelajaran, melakukan evaluasi, membimbing siswa, dan pengembangan keprofesian berkelanjutan;
3)   Tugas profesi guru yang belum mencapai kategori baik, karena produknya belum mencapai 75% dari kondisi ideal adalah menganalisis hasil belajar siswa dan melaksanakan kegiatan remedial dan pengayaan.
3.2    Rekomendasi
Berkaitan dengan kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan tugas profesi guru, serta upaya untuk mengatasinya, maka dapat dirumuskan beberapa rekomendasi, yaitu:
1)   Laporan kegiatan pembelajaran (LKP) merupakan salah satu langkah untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap pelaksanaan tugas-tugas profesi guru, oleh karena itu semua guru agar menyusun LKP dengan penuh tanggung jawab;
2)   Laporan kegiatan pembelajaran (LKP) juga dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk mengetahui kinerja guru, oleh karena itu agar LKP terus diselenggarakan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitasnya melalui kegiatan IHT atau pada setiap rapat;
3)   Laporan kegiatan pembelajaran (LKP) merupakan fenomena baru, tetapi memiliki dampak positif di masa datang, oleh karena itu pengambil kebijakan agar merespons kondisi ini melalui dukungan moral atau kebijakan dan material.




Mengetahui:                                                                 Banyuatis, 30 Juni 2010
Kepala SMAN 1 Banjar,                                              Guru Mata Pelajaran Kimia,



Drs. I Made Ngawi                                                      Gede Putra Adnyana, S.Pd.
NIP. 195912311986031278                                        NIP. 196812011991031005

Tidak ada komentar: